Langsung ke konten utama

7 Cara Kreatif dan Efektif Melakukan Asesmen Diagnostik

 

Asesmen Diagnostik

Untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui jarak jauh atau belajar dari rumah. Dengan kondisi ekonomi, sosial, akses teknologi dan kondisi wilayah tempat tinggal siswa, penerapan dan pelaksanaan belajar dari rumah ini sangat bervariasi. Hal ini bisa dilihat dari kehadiran siswa saat KBM sedang dilaksanakan dan waktu pengumpulan latihan soal AKM yang biasanya dikumpulkan sekali dalam seminggu maupun setiap hari. Sinyal yang buruk atau keterbatasan akses internet dapat membuat siswa mengalami keterlambatan dalam mengumpulkan tugas dan hadir saat belajar.

Oleh karena itu, diperlukan asesmen yang bertujuan untuk mengetahui hambatan dan kelemahan siswa saat kegiatan belajar mengajar dari rumah diterapkan. Hasil asesmen memberikan dasar kepada para pendidik untuk menetapkan strategi yang tepat untuk masing-masing siswa. Remedial atau kegiatan pengayaan adalah tindak lanjut hasil asesmen yang bertujuan untuk memastikan tidak ada siswa yang mengalami ketertinggalan, terutama ketika mereka tidak bisa menjawab soal-soal ujian dengan benar atau tidak melewati batas nilai KKM.

Sebenarnya untuk mengatasi permasalahan ini, orangtua bisa memberikan beberapa buku bank soal ujian yang dapat melatih kemampuan siswa. Hal ini sama seperti ketika Anda yang ingin membuat pisau menjadi lebih tajam, jika rajin diasah maka pisau tersebut akan semakin tajam. Ungkapan ini juga berlaku untuk kemampuan yang dimiliki siswa, jika siswa rajin mengerjakan soal (memecahkan/menyelesaikan masalah) maka kemampuan yang dimiliki akan semakin terasah (berkembang).

Begitu juga dengan para pendidik yang saat ini sedang disibukkan dengan soal AKM. Anda bisa memulainya dengan mencari artikel yang memberikan informasi mengenai soal-soal AKM dan beberapa website atau aplikasi pendidikan yang menyediakan soal-soal AKM secara gratis, seperti kejarcita.

7 Cara Kreatif dan Efektif Melakukan Asesmen Diagnostik

Apa yang dimaksud dengan asesmen diagnostik? Asesmen diagnostik merupakan asesmen diagnosis yang dilaksanakan secara rutin, yaitu ketika guru memperkenalkan topik pembelajaran baru, kemudian pada akhir pembelajaran guru selesai menjelaskan dan membahas topik pembelajaran. Adapun tujuan mengapa asesmen diagnostik dilakukan yaitu untuk memetakan kemampuan siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui apakah siswa sudah benar-benar memahami materi yang dipelajari, agak paham, dan siapa yang belum paham. Adapun 7 cara kreatif dan efektif yang bisa dilakukan guru untuk melakukan asesmen diagnostik, yaitu sebagai berikut.

1. Membuat Rencana Pelaksanaan Asesmen

Hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan asesmen diagnostik yaitu dengan membuat rencana pelaksanaan asesmen. Misalnya dalam memastikan apakah semua prinsip asesmen sudah terpenuhi atau belum. Pastikan bahwa rencana yang akan Anda buat bisa berjalan efektif dan bisa berjalan dengan baik. Jika belum berjalan sesuai dengan ekspetasi, maka di kesempatan lain Anda harus merevisi rencana pelakasanaan asesmen tersebut.

2. Mengidentifikasi Materi Asesmen

Selanjutnya identifikasi materi asesmen, seperti menyiapkan topik atau materi apa saja yang perlu dipahami siswa sesuai dengan jenjang pendidikan dan kemampuannya, kemudian pengetahuan dan keterampilan apa yang harus dikuasi siswa dari jenjang kelas sebelumnya.

3. Menyusun 10 Soal Sederhana

Anda harus memastikan bahwa setiap soal yang dipilih akan memberikan informasi tingkat pemahaman siswa. Selain itu, pertanyaan yang disusun yang dipastikan membentuk lintasan kemampuan yang kontinum. Asesmen terdiri dari 10 soal, di mana 8 soal yang merupakan prasyarat dasar yang diidentifikasi pada langkah sebelumnya dan 2 terkait pengajaran baru.

4. Melaksanakan Asesmen

Langkah selanjutnya yaitu melaksanakan asesmen.

5. Melakukan Pengolahan Hasil Asesmen

Setelah siswa menyelesaikan asesmen, maka Anda harus melakukan penilaian untuk masing-masing siswa dan menghitung rata-rata kelas.

6. Membuat Kelompok Belajar

Selanjutnya, jika siswa yang hasil belajarnya sesuai dengan rata-rata kelas, maka siswa tersebut akan diajar oleh guru. Kemudian siswa 1 semester yang di bawah rata-rata akan mendapatkan pelajaran tambahan dari guru dan siswa 2 semester yang di bawah rata-rata akan dititipkan ke kelas bawah, atau dibuatkan kelompok belajar yang akan didampingi orangtua, anggota keluarga, dan pendamping lain yang relevan. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan nilai siswa dan juga dapat membantu antar siswa dalam membuat contoh portofolio siswa SD.

7. Membuat Penilaian Pembelajaran

Setelah itu, Anda harus membuat penilaian pada kegiatan pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan. Hal ini begitu penting sebelum memulai topik pembelajaran baru. Selain ini 

Demikianlah penjelasan mengenai asesmen diagnostik yang berperan dalam mengetahui tingkat pemahaman siswa. Dengan adanya asesmen ini, guru akan lebih mudah dalam menerapkan kegiatan belajar. Semoga informasi ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengintegrasikan Perangkat Web dan Media Sosial untuk Pembelajaran

  Dalam era yang serba digital, perangkat web dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Mereka tidak hanya menyediakan akses cepat ke informasi dan interaksi sosial, tetapi juga memiliki potensi besar dalam konteks pendidikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana mengintegrasikan perangkat web dan media sosial dalam pembelajaran untuk meningkatkan pengalaman belajar dan melibatkan peserta didik secara lebih efektif agar RPP Merdeka Belajar terlaksana dengan baik. Salah satu manfaat utama mengintegrasikan perangkat web dan media sosial dalam pembelajaran adalah memperluas akses ke sumber daya dan informasi. Dengan menggunakan perangkat web, peserta didik dapat mengakses berbagai sumber daya seperti jurnal ilmiah, e-book, video, podcast, dan situs web pendidikan. Mereka dapat mencari informasi yang relevan dengan topik pembelajaran, menggali lebih dalam, dan mendapatkan perspektif yang lebih luas. Dengan adanya media sosial, pes...